Belajar dari yang praktis

30 September 2018| Super Administrator| Tags:

Pemograman adalah salah satu topik teknologi yang selalu cepat mengalami perubahan dan pembaruan. Mau tidak mau, para praktisi dalam bidang pemograman harus selalu memperbarui sklil dan pengetahuan mereka dalam pemograman.

Hal itu selalu saya alami di dunia pemograman web. Dimana selalu saja ada teknologi framework yang baru dan menawarkan fitur yang lebih baik dari sebelumnya. Sehingga penetapan standar terbaik pada bidang ini menjadi sulit di tetapkan, karena selalu saja ada yang lebih baik dari sebelumnya.

Menjadi sebuah dilema juga kalau saya secara mentah-mentah mempelajari semua teknologi baru tersebut tanpa benar-benar meresapi apakah teknologi baru tersebut cocok untuk kebutuhan saya. Yah semua kembali pada kebutuhan masing-masing. Mau secanggih apapun teknologinya, kalau tidak sesuai kebutuhan untuk apa di pelajari.

Mengingat banyak sekali framework pemograman baru yang muncul, namun tentu banyak pula project framework tersebut di tengah jalan menjadi kandas. Mungkin persaingan produk opensource bisa jadi lebih kejam dari persaingan bisnis komersil.

Yah bagaimana tidak lebih kejam. Jika di persaingan bisnis komersil walaupun Anda baru mendapat sedikit follower, tapi mungkin masih bisa dapat profit. Sedangkan di persaingan opensource dimana sebagian besar produknya dibagikan secara gratis. Sedikit followers ataupun kontributor akan membuat proyek tersebut  dalam kondisi sekarat.

Oke, saya tidak akan membahas lebih jauh tentang anarkinya dunia teknologi. Justru saya ingin sharing pengalaman bagaimana keputusan belajar yang baik dalam menghadapi dunia teknologi dengan perubahan yang begitu cepat.

Pengalaman saya belajar teknologi itu seperti menyelami samudera. Mulai belajar dari yang praktis lalu lanjut sampai ke dasar.  Hal pertama dalam belajar pemograman tentu ada motivasi atau tujuan ingin dicapai lewat teknologi yang dipelajari.

Yah saya menjadi sadar betul bahwa motivasi dalam mencapai sesuatu akan menjadi bahan bakar  semangat dalam belajar. Contoh sewaktu dulu saya ingin membuat sebuah website pribadi menampung semua tulisan pribadi maupun bentuk karya lainnya. Tentu dalam membuat website terdapat banyak cara dari yang paling mudah hingga ke tingkat lanjut.

Cara termudah yang saya temukan sewaktu dulu adalah dengan menggunakan layanan blogger dari google untuk membuat website. Namun cara termudah itu tentu banyak kekurangan seperti kurangnya desain tampilan seperti yang diinginkan. Adapun waktu itu bila harus memodifikasi tampilan lebih jauh harus mengoprek kode html dan css.

Berangkat dari kekurangan itu dan keinginan untuk memodifikasi tampilan website lebih jauh maka itulah yang menjadi jalan bagi saya untuk belajar pemograman website lebih dalam. Hingga akhirnya sampai sekarang saya telah menyentuh teknologi framework maupun metodologi OOP.

Saran saya mulailah dari yang paling mudah dan praktis sehingga akan langsung terlihat hasilnya. Bila hasilnya kurang memuaskan, maka rasa tidak puas itu akan memotivasi kita untuk belajar lebih dalam lagi mengenai teknologi itu.

 

 

Tinggalkan Komentar

 

SO WHAT YOU THINK ?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Nobis,
possimus commodi, fugiat magnam temporibus vero magni recusandae? Dolore, maxime praesentium.

Contact With Me