Rangkaian semangat di akhir pekan

19 Oktober 2019| Super Administrator| Tags:

 

Hari sabtu mungkin bagi banyak orang adalah hari di akhir pekan untuk melepaskan diri dari sangkar rutinitas selama seminggu. Dimana orang-orang biasanya akan berkumpul bersama keluarga atau teman  untuk melakukan aktifitas penyegar pikiran.

 

Namun sepertinya hari akhir pekan itu tidak untuk para guru-guru di SD bungur 01 jakarta pusat ini. Mereka pada akhir pekan bersama saya dan narasumber lainnya malah rela melewatkan pagi sabtu yang cerah untuk duduk bersama mengikuti pelatihan pengembangan diri.

Pelatihan ini sebenarnya di maksudkan untuk mengajarkan para guru SD disana  untuk menggunakan sebuah tools dari google untuk membuat kuis online di internet. Sesuatu yang mungkin untuk beberapa para generasi milenial  sangat mudah. Namun ceritanya berbeda untuk guru-guru senior ini.

Setelah kata sambutan dari kepala sekolah dan beberapa kata pengantar dari penyelenggara acara. Tiba juga untuk saya menjelasakan road map pada acara pelatihan ini. Setelah menyampaikan beberapa manfaat tentang layanan google form, akhirnya kita langsung ke praktik. 

 

Hal yang diluar ekspetasi saya adalah ketika banyak diantara mereka ternyata tidak mempunyai sebuah akun email. Beberapa ada yang punya namun lupa passwordnya. Alhasil sesi awal pada pelatihan ini mengharuskan kita untuk membantu mereka membuatkan akun email terlebih dahulu.

Yah memang, tentu beda mengajar anak muda tentang teknologi dengan mengajar guru senior kaya pengalaman. Keluwesan belajar teknologi baru anak muda tentu berbeda jauh dan tentu saya dengan narasumber lainnya perlu sangat pelan membimbing mereka.

Hmmm, mungkin bisa dibayangkan bagaimana atmosfer keadaaan saat itu. Namun celotehan mendadak keluar ketika saya membantu salah satu peserta yang lupa password email. "wah.. si ibu, sama password email aja lupa. Gimana sama suami sendiri, lupa ga?". Sontak gelombang tawa menyapu ruangan itu.

 

Yah, salut saya rasakan pada guru-guru itu karena beberapa diantara mereka usianya sudah bisa dikatakan senja. Bahkan mungkin umurnya hampir sama dengan ibu saya. namun semangat mereka untuk belajar teknologi baru masih tinggi.

Namun kesulitan awal tak berlangsung lama perlahan hilang begitu saya coba menerka lagi alasan mereka datang ke pelatihan ini. Ternyata saya menyadari ada sebuah dorongan murni dari hati mereka ingin belajar teknologi baru dalam menunjang kegiaatan mengajar mereka.

Ada perbedaan motivasi dibanding kebanyakan orang ingin belajar teknologi baru. Mereka belajar teknologi baru bukan untuk menjadi up to date semata. Namun motivasi mereka adalah agar cara mengajar mereka bisa menjadi lebih baik dengan harapan siswa-siswi yang mereka ajar dapat lebih nyaman menyerap pengetahuan nantinya.

 

Hal itu seakan menampar nurani saya melihat begitu murninya motivasi para guru senior ini. Seakan mereka mengajarkan saya lewat teladan yang mereka tunjukan.  Tak ada sepatah katapun yang terdengar dari lisan mereka bahwa belajar sesuatu itu harus ikhlas. Namun tindakan mereka untuk hadir dalam pelatihan itu sudah mewakili seribu kata tentang keikhlasan belajar.

Selama ini mungkin motivasi saya belajar teknologi adalah materi yang bisa di dapat dari ilmu itu. Namun para guru senior itu telah menunjukan saya satu hal, bahwa jangan hanya harapkan materi untuk belajar sebuah ilmu.

Pada akhirnya saya bersyukur di beri kesempatan untuk bersama mereka melewati waktu bersama dalam upaya kecil memajukan pendidikan. Upaya kecil yang mungkin hanya seukuran biji namun semoga kelak akan tumbuh seperti pohon jati yang akarnya tertancap di poros bumi.

 

Tinggalkan Komentar

 

SO WHAT YOU THINK ?

Semoga artikel tadi bisa membawa inspirasi kepada Anda

Contact With Me